Nomor Tim putra gagal ke final, Indonesia tambah satu perunggu dari sepaktakraw

(Bucheon Gymnasium – Asian Games Incheon – 26/09/2014). Indonesia hanya berhasil menambah satu medali perunggu dari cabang sepaktakraw setelah Samsul Hadi dkk hari ini kalah dari Korea di semifinal.

Dalam sebuah pertarungan ketat  yang  juga  sempat terhenti akibat bocornya atap stadion karena hujan, tim regu putra kalah 0 – 2 (21-18, 13-21, 19-21 dan 19-21, 21-19, 17-21). Dengan kekalahan tersebut gagal sudah kesempatan untuk nomor Tim putra. Pada saat yang bersamaan di pertandingan semifinal lainnya Thailand mengalahkan Malaysia juga dengan 2 – 0, dengan demikian final terjadi antara Thailand dan Korea yang akan dilaksanakan besok  jam 14.30 waktu Korea.

Sementara di nomor tim regu putri Indonesia akan bertanding di semifinal besok melawan Myanmar, semifinal lainnya bertemu Thailand melawan tim putri Vietnam.

Jalannya pertandingan.

Tertinggal dalam setiap pengumpulan angka mulai dari 6-10 hingga menjelang angka akhir, Indonesia hanya sekali dapat menyamakan kedudukkan 15-15 sebelum regu pertama Korea menutup dengan skor 21-18. Memasuki set kedua Syamsul Hadi,Saiful Rijal,Viktor tidak dapat berbuat banyak sehingga set kedua anak-anak negeri Gingseng menutup dengan skor 21-13. Korea Unggul sementara 1-0.

Regu kedua Indonesia menurunkan trio Nofrisal,Abrian Sihab dan Yopy Hendra Utama untuk dapat menyamakan kedudukan mereka bermain terlalu hati-hati sehingga banyak membuat kesalahan sendiri.Kunci kelemahan ada pada umpan Yopy banyak diserang kebagian kiri sehingga  bola service tidak dapat diangkat dengan sempurna sehingga Nofrisal tidak bisa menerima umpan yang matang,angka masih bisa saling berkejaraan 17-17 hingga 20-18, karena kelemahan ada pada umpan maka pelatih Gunaryo dan H.Amkar segera memasukkan pemain pengganti M.Ruswan,namun keadaan sudah tidak memungkinkan set pertama regu kedua korea menutup skor 21-19.

Baru pada set kedua perlawanan anak-anak Indonesia bisa menguasai keadaan dengan penerimaan bola yang akurat oleh Yopy dan umpan yang terukur membuat regu kedua Korea keteteran, belum lagi service Abrian yang cukup mematikan sehingga set kedua Indonesia unggul dengan angka 21-19.

Memasuki set penetuan atau set ketiga,anak-anak Indonesia kembali kehilangan irama permainan.Umpan kurang akurat, service banyak yang dipatahkan atau keluar sehingga Korea dapat melaju dengan angka 9-2, belum lagi smash Nofrisal dapat dibaca oleh lawan. Nah pada saat berpindah tempat pada angka 11-3 untuk Korea, Indonesia bisa mengejar pada angka 15-15 dengan permainan yang taktis kembali menemukan permainan yang terorganisasi. Angka demi angka bisa menyamakan 17-17,namun dewi fortuna tidak berpihak kepada atlet Indonesia sehingga Korea bisa menutup set ketiga dengan angka 21-17. 2-0 untuk Korea sehingga regu ketiga tidak perlu lagi dipertandingkan.

Leave a Reply