Indonesia kalah dari Laos, peluang tetap terbuka

(Bucheon Stadium – Asian Games Incheon – 20/09/2014). Apa yang dikuatirkan kubu Indonesia akhirnya terbukti. Terulang kembali peristiwa Sea Games Myanmar 2013 dimana double regu putra menelan kekalahan 2-0 pada event tersebut.Hal ini terulang kembali pada Asian Games 2014 Incheon Korea. Trio Indonesia Syamsul Hadi,Saiful Rijal,Nofrisal harus mengakui keunggulan Laos 0-2.

Sepertinya atlet Indonesia tidak berkembang permainannya dengan performa yang asli. Set pertama awal sudah tertinggal dengan angka 3-5, turun dengan kekuatan yang sangat berpengalaman syamsul dan saiful justru banyak tertekan ditambah lagi refeere dari Singapure Syamsul yang justru banyak merugikan kubu Indonesia. Pada saat pemain Laos melakukan smash dan di bloking oleh Syamsul Hadi bola semestinya keluar namun justru wasit menganggap itu masuk sehingga menurunkan semangat para atlet sepaktakraw Indonesia. Pada angka saling berkejaran dan indonesia berhasil menyamakan kedudukan pada angka 13-13 bahkan sempat unggul menjadi 15-13 sebelum akhirnya Laos menutup set pertama 21- 17.

Memasuki set kedua pelatih H.Amkar dan Gunaryo mencoba merubah komposisi pemain dengan memasukkan Nofrisal dan strategi tersebut cukup sedikit memberi harapan pada kedudukan angka15-15,namun karena beberapa kali pasangan Indonesia membuat kesalahan yang tidak perlu membuat anak-anak Laos bermain lepas dan merasa diatas angin sehingga set kedua dapat dirutup dengan 21-17.

Dengan kekalahan pertama terebut membuat peluang Indonesia untuk lolos dari grup B masih belum tertutup tentunya dengan catatan bisa mengatasi Brunei yang juga pada pertandingan hampir bersamaan kalah dari Myanmar dengan skor 2-1.

Pada siang hari ini Indonesia mencoba untuk membuka peluang kembali dengan berhadapan dengan Brunei. dan Mynamar akan berhadapan dengan Laos. Kubu Indonesia berharap Myanmar dapat mengatasi Laos sedangkan Indonesia bisa mengatasi Brunei dengan skor 2-0 juga,sehingga pertandingan besok menghadapi Mynamar akan menjadi pertarungan hidup mati bagi atlet takraw Indonesia pada nomor double untuk lolos paling tidak mengincar posisi runner up dibawah Myanmar dan akan berhadapan dengan juara pool A antara Korea,Singapure,Jepang.(LH)

Leave a Reply