Kontingen Sepaktakraw Indonesia sudah tiba di Incheon Korea 2014.

official PSTI siap mendampingi atlet

Tepat pukul 09.00 waktu Incheon Pesawat Garuda Indonesia Flight 878 mendarat dengan mulus di bandara Internasional Incheon Korea. Kontingen dipimpin langsung oleh CDM Kontingen Indonesia  Mayor Jenderal (Purn) TNI Suwarno dengan kekuatan  186 atlet (115 putra dan 71 putri). Cabang Olahraga Sepaktakraw ikut dalam rombongan bersama cabang olahraga lainnya al : Tennis Lapangan, Bulu tangkis dan lain lain. Terlihat juga beberapa pengurus KOI dan PRIMA.

Setelah mengikuti prosedur imigrasi yang dilalui dan dijemput oleh beberapa LO dari kepanitiaan di Incheon. Dengan dijemput dua bus besar yang melaju dengan membelah jalan menuju pusat kota Incheon tempat pelaksanaan Asian Games Incheon Korea. Kontingen Indonesia langsung menuju Atlet Villace yang juga merupakan pusat kegiatan pelaksanaan Asian Games Incheon.Selain kontingen Indonesia yang baru memasuki atlet villace, juga tampak kontingen Negara Qatar, Iran dan China yang hampir bersamaan dengan kontingen Thailand.

Atlet Indonesia khususnya cabang olahraga sepaktakraw mengikuti verifikasi ulang terkait akreditasi,dan langsung memasuki area atlet villace. Dengan penjagaan yang ketat serta pengamanan oleh pantia, kontingen harus melalui xray yang merupakan syarat memasuki lokasi, dengan memperlihatkan ID card yang sudah divalidasi maka satu persatu atlet memasuki perkampungan atlet.

Untuk mencapai tower 103 dimana hampir semua atlet cabor kontingen Indonesia menginap, harus berjalan menempuh kurang lebih 1 km dengan dua kali pemeriksaan ID card. Atlet putra menempati lantai 12 dan putri lantai 11 masing masing kamar diisi 2 orang atlet. Didepan kamar para atlet terdapat ruang pertemuan seluas kurang lebih 4 x 5 mtr yang digunakan oleh atlet dan pelatih untuk tempat briefing atau berkumpul.

Suasana perkampungan atlet yang berada di Incheon Korea ini sangat asri dan tertata rapi, disetiap sudut tower terdapat taman-taman yang memang sudah dipersiapkan sejak lama. Atlet selain berjuang dalam hal tehnis banyak hal-hal yang mesti juga harus disesuaikan secara non tehnis, seperti melawan dingin, cuaca yang setiap saat dapat berubah pada saat memasuki musim dingin.Musim salju sebentar lagi menghampingi negeri ginseng karena akhir bulan September bulir-bulir salju sudah mulai nampak sehingga menjelang akhir pelaksanaan event Asian Games ini Korea sudah masuk kemusim salju, dan puncaknya adalah bulan Desember sampai Februari. ( Lukman Husain/PSTI )

Leave a Reply